Written by Muhammad Jokay Thursday, 26 January 2012 15:44
KEDAIBERITA.COM – JAKARTA – Dikabarkan usai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menggebrak meja karena sebagian pimpinan KPK tak mau menandatangani surat penangkapan tersangka baru Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum dan Menpora Andi Mallarangeng dalam kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet Palembang. Dewan Pembina Demokrat langsung malamnya menggelar rapat internal di tempat kediaman Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) Cikeas, Bogor, Jawa Barat pada Selasa (24/01/12) lalu.
Tak hanya itu saja, usai rapat di Cikeas, paginya Presiden SBY juga mengumpulkan para penggiat anti korupsi di Istana Negara pada, Rabu (25/01/12).
Hal ini lah menjadi dugaan bahwa, Presiden SBY ingin menyelamatkan elit partai Demokrat dari sergapan KPK. Namun, itu semua dibantah oleh pihak KPK saat menggelar jumpa pers.
"Astagfirullah. Itu asumsi. Yang terjadi tidak seperti itu," jelas Juru Bicara KPK Johan kepada wartawan, di Gedung KPK, Jl. Rasuna Said, Kuningan, Kamis (26/01/12).
Saat disinggung soal dirinya membanting meja dalam rapat itu. Abraham menampik dengan melontarkan pertanyaan kembali apakah saudara ada dalam rapat itu.
"Apa Saudara ada di situ," pungkasnya.


KEDAIBERITA.COM – JAKARTA – “Amankan anak perusahaan PT Jamsostek dalam proses transformasi menuju...
02 March 2012 Read more...KEDAIBERITA.COM – JAKARTA – Komunitas Falun Gong atau Falun Dafa, kini mulai memiliki banyak pengikut di Indonesia. Falun Gong atau Falun Dafa adalah kelompok yang lahir di China, namun kegiatannya...
15 May 2012 Read more...Kepada YTH : Rekan Wartawan Berikut pidato Politik saya memperingati Hari Buruh 1 Mei. Mohon bantuan...
30 April 2012 Read more...kedaiberita.com - Perusahaan Raksasa mesin pencari, Google yang berjanji untuk membuka kantor Indonesia...
31 March 2012 Read more...