Written by Muhammad Rusman Saturday, 18 February 2012 20:58
KEDAIBERITA.COM – KALTIM – Wacana untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Nunukan, masih mengalami kendala. Dikarenakan kurangnya kesadaran jajaran pendidikan di daerah tersebut. Padahal, berbagai fasilitas dan tunjangan telah diberikan kepadanya.
Sehingga kesimpulan awal, pemenuhan kebutuhan dengan berbagai insentif khususnya bagi tenaga guru tidak menjamin dan tidak dapat dijadikan tolok ukur menyadarkan diri. Dimana masih banyak diantara tenaga guru yang tidak menjalankan tugas dan tanggungjawabnya yang telah diembankan kepadanya.
Lihatlah misalnya, seorang guru di SMP Negeri 5 Seimenggaris atas nama Maskur. Menurut kepala sekolahnya, guru bantunya ini tidak pernah menjalankan tugas sejak bulan Oktober 2011 lalu. “Sampai sekarang guru bersangkutan tidak pernah masuk mengajar sejak bulan Oktober 2011 lalu. Jangankan mengajar, melapor saja tidak pernah,” kisah Drs Tada Stanis Lau beberapa waktu lalu.
Stanis mengatakan, Maskur adalah salah seorang guru bantunya berdasarkan hasil mutasi bulan Oktober 2011 lalu. Sebelumnya yang bersangkutan adalah seorang kepala bidang pada DInas Pendidikan Nunukan.
Namun setelah kepemimpinan di Kabupaten Nunukan berganti, maka Mashur dikembalikan menjadi guru dan ditempatkan di SMP Negeri 5 Seimenggaris. Sementara, di sekolah ini sangat membutuhkan tenaga guru yang berstatus PNS. Karena selama ini dari 12 orang guru yang dimilikinya, hanya empat orang saja yang berstatus PNS. Selebihnya hanya tenaga honorer yang semuanya berijazah SMA/sederajat.
Malasnya guru mengajar, bukan hanya terjadi di SMP Negeri 5 Seimenggaris. Tetapi juga terjadi di sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Nunukan. Misalnya di SMP Negeri 3 Sebatik Barat. Di sekolah ini juga terdapat beberapa tenaga guru yang jarang masuk menjalankan tugas diantaranya adalah Gunadi, guru bidang studi matematika.
Informasi sebelumnya yang diperoleh menyabutkan, Gunadi yang tinggal di Sei Bolong Kecamatan Nunukan ini sangat jarang masuk mengajar. Bahkan beberapa bulan terakhir ini, guru yang bersangkutan tidak pernah masuk sekolah. “Pak Gunadi tidak pernah masuk mengajar sejak beberapa bulan terakhir ini. Pun dia datang, hanya untuk mengurusi proyek yang dikerjakan di sekolah,” ujar seorang guru di SMP Negeri 3 Sebatik Barat.
Masih informasi dari sekolah tersebut, guru bersangkutan juga berstatus bendahara sekolah dan menangani beberapa proyek di sekolah tersebut. Dan selama menjabat sebagai bendahara itulah, Gunadi jarang masuk menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai seorang guru, terang guru tersebut yang minta namanya dirahasiakan beberapa waktu lalu.
Berkaitan informasi ini, juga dibenarkan Mursalim, Kepala SMP Negeri 3 Sebatik Barat. Saat dikonfirmasi via handphone, Sabtu (18/2), dia membenarkan kondisi tenaga pengajar di sekolahnya. Bahkan dia mengakui bukan hanya Gunadi yang malas masuk mengajar, tetapi ada beberapa diantaranyapun demikian.
Dan masalah ini, menurut Mursalim telah dilaporkan kepada UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sebatik Barat. “Memang pak Gunadi jarang masuk mengajar. Tapi kalau ada jam mengajarnya biasa juga masuk,” katanya.
Bahkan, prilaku GUnadi ini sedikit mendapatkan pembelaan dari kepala sekolahnya. Dengan mengatakan, sebenarnya bukan tidak pernah masuk mengajar sejak beberapa bulan terakhir, tetapi baru sekitar 20 hari terakhir ini karena izin pulang kampong di Sulawesi Selatan menjenguk orangtuanya.
“Baru sekitar 20 hari ini dia (Gunadi, red) tidak masuk mengajar. Dia izin balik kampong di Sulawesi (Sulsel, red) menjenguk orangtuanya yang katanya sedang sakit. Tapi bukan Cuma pak GUnadi saja yang malas masuk mengajar tetapi ada beberapa orang juga demikian,” beber Mursalim.
Tindakan apa yang telah dilakukan jajaran DInas Pendidikan dan pemerintah kabupaten Nunukan termasuk kepala sekolah? Mursalim mengatakan terkait dengan tindakan terhadap guru-guru yang tidak menjalankan tugas merupakan kewenangan UPTD atau Dinas Pendidikan.
Sedangkan kepala sekolah tidak memiliki kewenangan semacam itu. Kecuali hanya melakukan pembinaan dan pendekatan secara persuasive kepada guru-guru bersangkutan. “Tidak semudah itu menindak secara tegas terhadap guru-guru yang dianggap malas menjalankan tugas. Kepala sekolah hanya melaporkan saja kepada UPTD atau melakukan pembinaan persuasive,” ujarnya.


KEDAIBERITA.COM – JAKARTA – “Amankan anak perusahaan PT Jamsostek dalam proses transformasi menuju...
02 March 2012 Read more...KEDAIBERITA.COM – JAKARTA – Komunitas Falun Gong atau Falun Dafa, kini mulai memiliki banyak pengikut di Indonesia. Falun Gong atau Falun Dafa adalah kelompok yang lahir di China, namun kegiatannya...
15 May 2012 Read more...Kepada YTH : Rekan Wartawan Berikut pidato Politik saya memperingati Hari Buruh 1 Mei. Mohon bantuan...
30 April 2012 Read more...kedaiberita.com - Perusahaan Raksasa mesin pencari, Google yang berjanji untuk membuka kantor Indonesia...
31 March 2012 Read more...