KEDAIBERITA.COM – BURMA – Di bawah rezim militer represif Burma, masyarakat menjadi curiga dan takut dengan orang-orang berseragam, termasuk polisi serta petugas pemadam kebakaran.
Tapi tindakan berani para petugas pemadam kebakaran berani saat terjadi ledakan mematikan akhir tahun lalu telah mengubah persepsi masyarakat.
Pada Desember tahun lalu, satu gudang milik pemerintah yang berisi zat kimia, meledak. Ledakan itu menyebabkan kebakaran yang menewaskan 18 orang, termasuk enam petugas pemadam kebakaran sementara ratusan lainnya kehilangan tempat tinggal mereka.
Ma Khin Htya yang tinggal dekat tempat itu mengatakan, para petugas kebakaran Burma itu sangat berani.
“Saya kasihan pada mereka. Pada malam ledakan itu, saya melihat petugas kebakaran yang patah lengannya karena menggendong orang yang luka-luka,” ujar Ma mengenang.
Upacara penguburan keenam petugas pemadam kebakaran itu dihadiri ratusan orang.
Menteri Sosial dan Kesejahateraan Aung Kyi menuturkan tindakan mereka menyentuh hati banyak orang.
“Melalui video yang dipasang di internet dan situs sosial, kami bisa melihat bagaimana para petugas pemadam kebakaran ini berjuang dengan berani. Kami mendapatkan komentar dari seluruh dunia dan ucapan simpati untuk para petugas kebakaran yang pemberani itu.”
Sementara itu, juru bicara satuan pemadam kebakaran, Thin Htay Shwe menuturkan, para petugas pemadam kebakaran yang luka-luka dan para keluarga korban meninggal akan diberi penghormatan lewat pemberian medali keberanian.
Dan untuk kali pertama, orang awam menyumbangkan uang kepada para keluarga petugas pemadam kebakaran yang meninggal.
Menurut Departemen Pemadam Kebakaran Burma, mereka sudah mengumpulkan uang senilai 550 juta rupiah lebih.
Banyak orang di Burma yang menganggap siapapun yang memakai seragam sebagai ‘musuh’ karena polisi, tentara dan bahkan petugas pemadam kebakaran sudah terbiasa diterjunkan untuk menangani demonstrasi anti pemerintah dengan kekerasan, serta membungkam suara oposan.
Kyaw Kyaw Naing, seorang mahasiswa Burma, kini memandang para petugas pemadam kebakaran dari sisi lain.
“Sebagian berargumen tentara-tentara juga tewas dalam perang melawan pemberontak etnis. Menurut saya itu tidak sama. Para tentara tewas ketika mencoba saling membunuh. Dalam kasus petugas pemadam kebakaran, mereka mati ketika mencoba untuk menyelamatkan satu sama lainnya.”
Tapi selain itu, banyak orang yang mempertanyakan cara pemerintah menangani kebakaran itu.
Menurut aturan Departemen Pemadam Kebakaran, harus ada pemberitahuan jika ada bahan-bahan yang cepat terbakar atau meledak yang disimpan di suatu tempat.
Tapi salah satu direktur satuan pemadam kebakaran bernama Aung Kyaw Ming mengaku mereka tidak tahu isi gudang milik pemerintah tersebut.
“Kami tidak mendapatkan informasi seperti itu sebelumnya. Tidak ada yang melaporkan kepada kami soal bahan-bahan yang mudah meledak dalam gudang itu. Kami pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya, tapi kami bisa menghindari korban luka-luka karena mendapatkan informasi yang tepat.”
Menurut badan pengawas internasional Transparency International Burma adalah negara dengan birokrat paling korup kedua terbanyak di dunia.
Berbagai gudang pemerintahan yang menyimpan banyak zat kimia berlokasi dekat daerah permukiman warga. Gudang-gudang ini disewakan kepada berbagai bisnis swasta oleh Kementerian Perdagangan, dan Departemen Pemadam Kebakaran menyangkal kalau mereka tidak tahu informasi ini.
Yan-Paing, seorang petugas kebakaran, gendang telinga dan lengan kanannya luka parah akibat kebakaran tersebut. Ia yakin, kalau ada informasi yang lebih transparan soal gudang pemerintahan yang menyimpan zat kimia itu, ada banyak nyawa yang bisa selamat.
“Tidak ada yang tahu isi gudang itu. Bagaimana mungkin kami tahu? Kalau dari awal sudah tahu, kami akan lebih hati-hati.”
Tapi ia senang karena sekarang masyakarat memandang para petugas pemadam kebakaran dengan lebih positif. (Moe Moe)
Artikel ini pertama kali disiarkan di Asia Calling, program berita radio aktual dari kawasan Asia yang diproduksi KBR68H, kantor berita radio independen di Indonesia. Asia Calling disiarkan dalam bahasa lokal di 10 negara di Asia. Temukan cerita lainnya dari Asia Calling di www.asiacalling.org.
KEDAIBERITA.COM – JAKARTA – “Amankan anak perusahaan PT Jamsostek dalam proses transformasi menuju...
02 March 2012 Read more...KEDAIBERITA.COM – JAKARTA – Komunitas Falun Gong atau Falun Dafa, kini mulai memiliki banyak pengikut di Indonesia. Falun Gong atau Falun Dafa adalah kelompok yang lahir di China, namun kegiatannya...
15 May 2012 Read more...Kepada YTH : Rekan Wartawan Berikut pidato Politik saya memperingati Hari Buruh 1 Mei. Mohon bantuan...
30 April 2012 Read more...kedaiberita.com - Perusahaan Raksasa mesin pencari, Google yang berjanji untuk membuka kantor Indonesia...
31 March 2012 Read more...