KEDAIBERITA.COM – IRAN – Negara Iran akan memberi pelajaran berharga kepada Israel dengan hukuman yang setimpal. Pasalnya, Iran menuding Israel telah membunuh ahli nuklir Negara para Mullah.
Hal tersebut dikatakan oleh seorang tokoh ulama Iran Ali Larijani yang merupakan sahabat dekat pemimpin tertinggi revolusi Iran Ali Khamenei.
Ali menuding bahwa, Israel berada dibalik pembunuhan keji kepada Mosatafa Ahamdi Roshan. Maka itu, ia menghimbau bersiaplah para pemimpin tentara Israel dan antek-antek Amerika Serikat menghadapi Garda Revolusi Iran.
"Aksi terorisme memang sudah berlangsung lama di negara zionis seperti Israel," ucap Ali Larijani seperti dikutip Reuters, Sabtu (21/01/12).
Menurutnya, Iran tidak sama dengan Negara Islam lainnya yang gampang ditaklukan oleh Sekutu Israel dan antek-antek Amerika Serikat.
“Iran mempunyai sejarah panjang yang kelam, kami sudah siap menghadapi ribuan sekutu Israel dan antek-antek Amerika Serikat dan target utama Iran adalah Negara Yahudi Israel dan Amerika setelah itu baru antek-anteknya,” jelasnya.
Mendapat ancaman tersebut Israel merasa was-was. Sehingga para pemimpin Israel terus melakukan koordinasi dengan Amerika Serikat. Pasalnya, Israel dan Amerika Serikat menganggap Iran adalah Negara kuat yang bisa menghancur ratakan suatu Negara.
“Iran tidak sama dengan Iraq. Iran mempunyai kelengakapan alat perang canggih yang tidak dimiliki Negara Islam lainnya,” kata salah seorang pemimpin Israel.
KEDAIBERITA.COM – JAKARTA – “Amankan anak perusahaan PT Jamsostek dalam proses transformasi menuju...
02 March 2012 Read more...KEDAIBERITA.COM – JAKARTA – Komunitas Falun Gong atau Falun Dafa, kini mulai memiliki banyak pengikut di Indonesia. Falun Gong atau Falun Dafa adalah kelompok yang lahir di China, namun kegiatannya...
15 May 2012 Read more...Kepada YTH : Rekan Wartawan Berikut pidato Politik saya memperingati Hari Buruh 1 Mei. Mohon bantuan...
30 April 2012 Read more...kedaiberita.com - Perusahaan Raksasa mesin pencari, Google yang berjanji untuk membuka kantor Indonesia...
31 March 2012 Read more...