KEDAIBERITA.COM – INDIA – Dokter Mahaveer Singh sedang memeriksa Prabhati Lal, 72 tahun, yang sakit kulit di rumah sakit di Luniavas, daerah pinggiran Jaipur, negara bagian Rajasthan.
Ia memberikan resep anti-biotik, obat anti alergi dan salep kulit. Awalnya Prabhati yang hidup dengan sekitar 45 ribu rupiah per hari khawatir tak bakal sanggup menebus obat-obatan itu.
Ia kaget ketika sang dokter mengatakan obat seharga 73 ribu rupiah lebih yang dia butuhkan bakal diberikan secara gratis oleh rumah sakit.
“Waktu itu saya beli obat dari pasar dan harganya mahal sekali. Tapi kali ini saya dapat obat gratis. Sekarang saya bisa mengobati darah tinggi saya,” ungkap Prabhati.
Sejak bulan Oktober tahun lalu, dokter Mahaveer sudah menyediakan hampir 100 macam obat generik gratis.
“Saya hanya bisa katakan kalau skema pemerintah ini sangat berguna. Sebelumnya hanya para pasien di bawah garis kemiskinan saja yang diberikan obat gratis, tapi sekarang semua orang bisa mengambil manfaat dari program ini. Skema ini akan membantu khususnya untuk korban kecelakaan. Saya sarankan pemerintah untuk meneruskan pendanaan skema ini dan harus menambah jumlah obatnya.”
Pemerintah India berencana untuk membuat skema obat generik gratis di rumah sakit umum dan fasilitas kesehatan di seantero negeri itu. Kalau skema ini diterapkan maka pemerintah akan mengeluarkan biaya senilai hampir 45, 88 milyar rupiah.
Program obat gratis ini sudah dibuat di tiga negara bagian termasuk Rajasthan dengan 200 obat generik yang kini diberikan secara gratis.
Menurut kelompok kerja komisi perencanaan kesehatan India, untuk Rencana Lima Tahunan ke-12, biaya obat adalah penyebab utama keluarga di pedesaan terlilit utang.
Tapi skema obat gratis ini juga dikritik.
Dr. Naveen Mishra, seorang ahli mikrobilogi yang bekerja di unit produksi vaksin pemerintah, mengatakan, “Saya yakin, persediaan obat-obatan ini diproduksi oleh sejumlah perusahaan lokal. Skema ini tidak memasukkan ‘obat kombinasi’ di dalamnya. Jadi pasien dipaksa minum banyak obat ketimbang satu saja. Saya juga meragukan kualitas obat dan penyalahgunaannya. Saya tak yakin apakah obat ini bisa terus disediakan .”
Mishra juga khawatir, berbagai perusahaan obat akan menyuap pemerintah, untuk menyediakan obat-obatan mereka yang mungkin bukan obat terbaik untuk sang pasien.
Sementara itu Fahruddin Khan yang bekerja di ‘pusat penyaluran obat gratis’ di rumah sakit Jaipur mengatakan program ini tidak berjalan lancar.
“Sudah hampir tiga bulan skema itu diluncurkan. Tapi uang yang dijanjikan pemerintah belum sampai kepada kami. Kami belum menerima gaji dan tidak boleh cuti karena suasana rumah sakit masih sibuk. Jadi saya putuskan untuk berhenti kerja.”
Tapi pemerintah sudah berkomitmen dengan program ini.
Di tempat terpisah, Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Rajasthan Shanti Dhariwal mengatakan,“Skema pemerintah ini akan menyediakan obat-obatan generik yang sangat bagus , yang sama bagusnya dengan obat-obatan bermerek. Dampaknya juga hampir sama. Semua pasien yang memakai fasilitas rumah sakit umum akan diberikan berbagai macam obat-obatan secara gratis.”
Di negara bagian Tamilnadu, tempat pertama kali skema ini diluncurkan, jumlah orang yang menggunakan pelayanan kesehatan meningkat sebanyak 40 persen. (Jasvinder Sehgal)
Artikel ini pertama kali disiarkan di Asia Calling, program berita radio aktual dari kawasan Asia yang diproduksi KBR68H, kantor berita radio independen di Indonesia. Asia Calling disiarkan dalam bahasa lokal di 10 negara di Asia. Temukan cerita lainnya dari Asia Calling di www.asiacalling.org.
KEDAIBERITA.COM – JAKARTA – “Amankan anak perusahaan PT Jamsostek dalam proses transformasi menuju...
02 March 2012 Read more...KEDAIBERITA.COM – JAKARTA – Komunitas Falun Gong atau Falun Dafa, kini mulai memiliki banyak pengikut di Indonesia. Falun Gong atau Falun Dafa adalah kelompok yang lahir di China, namun kegiatannya...
15 May 2012 Read more...Kepada YTH : Rekan Wartawan Berikut pidato Politik saya memperingati Hari Buruh 1 Mei. Mohon bantuan...
30 April 2012 Read more...kedaiberita.com - Perusahaan Raksasa mesin pencari, Google yang berjanji untuk membuka kantor Indonesia...
31 March 2012 Read more...