Written by Muhammad Jokay
KEDAIBERITA.COM – JAKARTA – Penemuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terhadap rekening ‘gendut’ mencurigakan Bendahara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibantah oleh Busyro Muqoddas.
"Itu tidak benar. Bendahara KPK menerima uang dari hasil berkas perkara KPK berupa Dollar, jumlahnya saya tidak ingat," kata salah satu pimpinan KPK Busyro di gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/02/12).
Busyro mengatakan, mata uang Dollar saat itu tidak bisa di setorkan ke kas negara, maka uang tersebut ditukarkan ke mata uang Rupiah.
"Itulah yang kemudian tercatat seakan bendahara KPK memiliki transaksi falas itu, uang yang dirupiahkan sudah distor ke negara. Nah ini kesalahan pada analis PPATK," ucapnya.
Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI, PPATK mengatakan, menemukan transaksi mencurigakan terhadap anggota DPR RI 65 hasil analisis, para PNS 707 hasil analisis, kemudian Polri ada 89 laporan hasil analisis, kejaksaan ada 12 hasil analisis, hakim 17 hasil analisis, KPK 1 hasil analisis.
"Sementara ini, kita anggap tansaksi itu menyimpang dari profesi,"kata ketua PPATK Muhamad Yusuf di gedung DPR RI, Jakarta Selatan, Senin (20/02/12).
KEDAIBERITA.COM – JAKARTA – “Amankan anak perusahaan PT Jamsostek dalam proses transformasi menuju...
02 March 2012 Read more...KEDAIBERITA.COM – JAKARTA – Komunitas Falun Gong atau Falun Dafa, kini mulai memiliki banyak pengikut di Indonesia. Falun Gong atau Falun Dafa adalah kelompok yang lahir di China, namun kegiatannya...
15 May 2012 Read more...Kepada YTH : Rekan Wartawan Berikut pidato Politik saya memperingati Hari Buruh 1 Mei. Mohon bantuan...
30 April 2012 Read more...kedaiberita.com - Perusahaan Raksasa mesin pencari, Google yang berjanji untuk membuka kantor Indonesia...
31 March 2012 Read more...