Written by Eka Mutia Yuniarsih
KEDAIBERITA.COM – JAKARTA – Dari 1890 hasil analisis PPATK, hanya 42 Hasil Analisis (HA) yang di selidiki oleh Penyelidik.
"Relatif sedikit ya, 42 yang di selidiki., perludukuangn publik," kata Agus Santoso wakil ketua PPATK, di sela rapat dengan komisi III DPR RI, Jakarta Selatan, Senin (20/02/12).
Agus berkata dengan ketua PPATK yang baru, yaitu M. Yusuf berencana akan selalu melakukan koordinasi dengan Kapolri, Ketua KPK selama 2 bulan sekali secara rutin.
"Dan kita sudah melakukan rekonstiliasi dengan polri," ucapnya.
Untuk kasus Nazaruddin di KPK ada 20 hasil analisis, namun karena hasil PPATK yang bersifat finansial intelegen unit atau sifat hasil analisinya Intelegen. "Jadi kalau mau di angkat di pengadilan perlu adanya penyelidakan lebih lanjut, karena PPATK tidak mempunyai peneyelidikan dan penyidikan maka LHA ini harus adannya penyelidikan dan penyididkan," terangnya.
Menurutnya, semua lembaga hukum harus melakukan penyelidikan dan ini juga salah satu kelemahan sisitim PPATK.
"Ya jelas mereka harus melakukan penyelidikan, tidak mungkin, jelas ini kelemahan sisitem yang kita bangun bersama, LHA ini bukan dari penyelidikan padahal dalam Amandemen UU wancana itu sudah muncul setidakna PPATK mempunyai kewenangan penyelidikan supaya LAHnya matang sudah bisa jadi alat bukti, memang kelehaman kita hanya mempunyai kewenangan memyampaikan transaksi yg mencurigakan saja," terangnya kepada wartawan.
KEDAIBERITA.COM – JAKARTA – “Amankan anak perusahaan PT Jamsostek dalam proses transformasi menuju...
02 March 2012 Read more...KEDAIBERITA.COM – JAKARTA – Komunitas Falun Gong atau Falun Dafa, kini mulai memiliki banyak pengikut di Indonesia. Falun Gong atau Falun Dafa adalah kelompok yang lahir di China, namun kegiatannya...
15 May 2012 Read more...Kepada YTH : Rekan Wartawan Berikut pidato Politik saya memperingati Hari Buruh 1 Mei. Mohon bantuan...
30 April 2012 Read more...kedaiberita.com - Perusahaan Raksasa mesin pencari, Google yang berjanji untuk membuka kantor Indonesia...
31 March 2012 Read more...