Seperti usulan Ruhut Sitompul, juru bicara partai Demokrat, mengenai periodisasi jabatan presiden hingga tiga kali ini, dinilai oleh Pengamat Politik Asal Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Hasrullah sebagai gain politik yang mungkin dilakukan oleh sekelompok politisi Demokrat untuk mencoba memancing opini publik.
“Jika masyarakat mempunyai tingkat penerimaan lebih tinggi maka tentu gain ini akan diteruskan, namun nyatanya toh masyarakat nyante bae, kata Dr.Hasrullah saat dihubungi kedaiberita lewat sambungan telepon, malam (29/8/10) tadi.
Menurutnya, pernyataan tersebut tidak sekonyong-koyong keluar dari mulut ‘Si Raja Minyak’ begitu saja. “Ada skenario untuk membentuk opini publik,” tegasnya
Hasrullah pun memperkirakan bahwa, akan ada wacana baru yang akan dilempar para politikus di parlemen untuk melihat peta politik serta kekuatan politik partainya.
“Semua sudah pada tau, dalam Undang-Undang jelas mengatakan tidak bisa. Ini bisa jadi akan ada gain politik lain setelah wacana ini rontok oleh publik,” pungkasnya
Periodisasi Jabatan PresidenHanya Gain Politik




