“Bargaining Malaysia diatas angin, dan ini menyangkut diplomasi kita yang masih lemah,” ujarnya kepada kedaiberita saat dihubungi lewat sambungan telepon, malam (29/8/10) tadi.
Menurutnya, selama ini posisi Indonesia selalu dibawah Malaysia, dan hal ini pun membuat wibawa Indonesia jatuh di mata Internasional.
Selain itu, lanjutnya dikatakan, pemerintah juga termasuk lemah dalam mengurus persoalan tenaga kerja Indonesia. Alhasil, Indonesia selalu dianggap remeh oleh negara Jiran itu.
“Ini semua tergantung pemimpin kita. Sejak awal memang dianggap lembek, dan lemah, padahal presiden kita berasal dari kalangan tentara, namun kok lembek? butuh ketegasan,” tegas pria yang juga mantan staf khusus menteri hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) ini.
Untuk itu, sarannya, Kementrian Luar negeri (Kemenlu) dan pemimpin diatasnya harus memperbaiki performance soal diplomasi. “Dimulai dari diplomasi soal TKI, seperti keterampilan yang lebih maju dan baik, dan melakukan monitoring perbatasan sesering mungkin dilanjutkan dengan kesepakatan soal tapas batas yang jelas,” pungkas Pengamat politik dari Unhas ini.
Pemerintah Lemah, Wibawa Negara Jatuh




