Seperti diungkapkan oleh Ketua Lembaga Perlindungan Anak, (LPA) Sulsel, Ghufron, bahwa kekerasan terhadap pekerja berita pasti akan terus terjadi. “Pemerintah belum mampu menjamin keamanan pekerja media, sehingga saya mengkhawatirkan ada kasus serupa kedepannya,” ujar Ghufron.
Selain itu, tambahnya, wartawan belum dipahami sepenuhnya sebagai profesi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, dalam kaitan fungsinya sebagai agen pembaharu.
“Disisi lain masyarakat belum memahami tugas pekerja media itu, kekerasan terhadap wartawan berarti mengancam kontrol masyarakat terhadap pemerintah dan masyarakat,” katanya.
Sedikitnya, Dalam catatan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) terdapat 40 kasus sepanjang Agustus 2009 hingga Agustus 2010. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu. Kekerasan yang dialami jurnalis bermacam-macam mulai dari pengeroyokan, intimidasi, teror sampai pembunuhan.





